"DPR RI setuju initial public offering (IPO) PT Semen Baturaja," demikian bunyi kliping sebuah harian yang disodorkan Dirut PT Semen Baturaja (PTSB) Pamudji Rahardjo dengan sumringah kepada Kepala Perwakilan BPKP Sumsel IGB Surya Negara, Kabid Akuntan Negara Dikdik Sadikin, Dalnis Husin Gasim dan Tim pada Selasa siang 12 Februari 2012 di kantor PTSB, Kertapati, Palembang.
"Keberhasilan PT Semen Baturaja untuk IPO dan go public ini, tak lepas dari pendampingan BPKP Perwakilan Sumsel selama ini," ujar Pamudji dengan wajah cerah.
Dirut PTSB Pamudji Rahardjo yang didampingi Direktur Keuangan Ageng Purboyo Angrenggono dan Direktur Pemasaran Rusniwati berterimakasih atas bimbingan BPKP. "Dibandingkan konsultan lain, BPKP tetap paling dapat diandalkan, baik dari sisi fairness , akuntabilitas, maupun dari sisi antisipasi permasalahan hukum," ujar Direktur Keuangan Ageng Purboyo Angrenggono. Seperti diketahui, BPKP Sumsel antara lain pernah diminta melakukan kajian atas kelayakan IPO perusahaan semen negara itu, di samping evaluasi good corporate governance dan evaluasi sistem pengendalian internnya.
Menurut Pamudji, go public -nya BUMN plat merah ini bukan berarti akhir dari kerjasama antara PTSB dan BPKP. "Justru dengan go public, tantangan ke depan semakin kuat. Dan untuk itu tentunya kami akan semakin membutuhkan BPKP," tegas Pamudji.
Pada acara yang sejatinya wawancara direksi dalam rangka pendampingan Evaluasi GCG PTSB itu, Kepala Perwakilan BPKP Sumsel IGB Surya Negara mengucapkan selamat atas disetujuinya IPO PTSB oleh DPR RI. "Kami berterimakasih atas penghargaan kepada kami, bahwa kami diakui telah memberikan kontribusi bagi keberhasilan ini. Meskipun, kami tahu, sebenarnya banyak faktor yang mendukung, terutama karena kesungguhan dan komitmen Direksi dan Komisaris PTSB sendiri. Namun bagaimana pun, seperti halnya yang selama ini kami lakukan, ke depan kami selalu siap membantu PT Semen Baturaja," ujar IGB Surya Negara.
(diupload di www.bpkp.go.id)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar