
Aku adalah anak Jakarta keturunan Sunda. Lahir 20 Februari 1965, di Jalan Lombok 6 Menteng Jakarta. Tumbuh besar di bilangan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.
Sulung dan laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara hasil perkawinan Farid dan Suprihartin, aku bersekolah di sekitar Setiabudi, Jakarta Selatan, sejak TK (1970) sampai dengan SMA. Inilah nama-nama sekolahku: TK Puri Asih di Setiabudi VI, SMP Sumbangsih di Setiabudi Tengah, dan SMAN 3 Setiabudi yang lulus di tahun 1983.
Sempat mencicipi Sastra UI tahun 1983-1984, kala kampusnya masih di Rawamangun. Waktu Neno Warisman dan Christine Panjaitan masih kuliah di situ. Setelah itu hijrah ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 1984, jadi Ajun Akuntan tahun 1987 dan dikirim ke Aceh.
Tahun 1991, aku meneruskan kuliah di STAN mengambil gelar akuntan, selesai dan dikirim ke Semarang tahun 1994. Dapet beasiswa kantor untuk S2 di MAP UGM Yogyakarta tahun 2003-2006.
Bekerja di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sejak 1987, aku mendapat variasi tour of duty mulai sebagai pemeriksa (BPKP Aceh dari 1987 sd 1991, Semarang dari 1994 sd 1999, dan Yogyakarta dari 2003 sd 2006) , Peneliti (Puslitbang BPKP dari 1999 sd 2001, dan Tim Policy Evaluation Pengawasan Keuangan Daerah dari 2007 sd 2009), Pejabat Humas Eselon Empat BPKP (2001 sd 2003), dan Pejabat Struktural Eselon Tiga di Perwakilan BPKP Provinsi Kalsel di Banjarbaru (2009 sd sekarang) .
Dari kecil aku suka menulis dan menggambar. Tulisanku pertama dimuat adalah di majalah Kawanku tahun 1977, waktu aku di kelas 1 SMP. Aku pernah bikin cerpen religi dan dimuat di Majalah Amanah di tahun 1986, juga artikel opini dengan nuansa ekonomi dan politik di Tabloid Kontan di tahun 1991 - 2000, serta harian Kompas (Artikel “Soekarno, Mahathir dan Megawati”, 3 November 2003). Aku juga pernah memegang Majalah Warta Pengawasan sejak 1991 sampai dengan 2003. Apa boleh buat, jadi sering nulis.
Soal menggambar, aku suka bikin karikatur. Pernah juara II Nasional dengan penyelenggara Koperasi Mahasiswa UGM tahun 1986 dan Juara II Nasional dengan penyelenggara UI Depok tahun 1991.
Dengan karikatur, aku juga pernah berkolaborasi dengan Helmy Yahya (Kini presenter kondang). Dia yang menulis, aku yang menggambar. Buku hasil kolaborasi kami itu antara lain "Gelitik Cara ala Amerika" dan serial bacaan remaja “Lintar”. Itu sekitar tahun 1986-1987.
Aku selalu belajar untuk bicara di depan publik. Mungkin kompensasi, karena waktu kecil aku gagap. Waktu SMP dan SMA secara tidak sadar aku terapi diri dengan ikutan grup drama. Di sana ada olah vokal, biar bicara jadi jelas dan teratur. Di STAN pun ketemu Helmy gara-gara ikut grup drama, waktu mentas di malam inaugurasi tahun 1984. Aku malah pernah jadi juara baca puisi lingkup kampus di tahun 1987.
Kemudian, yang nggak pernah nyangka: aku mengajar. Sejak Tahun 2000, tiap Sabtu, aku jadi dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, Jakarta. Mata kuliah yang aku berikan yaitu Akuntansi Biaya, Akuntansi Manajemen dan Manajemen Biaya. Ini juga kompensasi, karena waktu kuliah rasanya ga pernah bisa ngerti banget. Malah, sebelum diterima mengajar pun aku sudah hampir lupa sama itu mata kuliah. Padahal soknya bergelar akuntan. Bagai dicemplungin ke kolam waktu belum bisa berenang, ya, learning by teaching lah!
Praktis, sejak pindah dinas dari Jakarta ke Banjarbaru pada Agustus 2009, tugas mengajar di Universitas Trisakti aku tinggalkan. Tetapi, mengajar? O, tetep. Kan, tinggal pindah tempat ngajar. Aku mengajar di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin. Di sana aku jadi Dosen Tetap Pasca Sarjana Jurusan Magister Administrasi Publik (MAP), sejak Februari Tahun 2010. Dan, di Kalimantan itu, soal mengajar ga ada habisnya. Bahkan pekerjaanku sekarang pun banyak terkait dengan mengajar. Karena aku di Banjarmasin sebenarnya dipromosikan jadi Kepala Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah (Terimakasih kepada beliau-beliau yang telah mempercayai dan memberikan amanah ini untuk saya). Tugas pokok bidangku adalah pemberdayaan Pemda. Supaya mereka bisa berakuntabilitas, seperti bagaimana menyusun laporan keuangan dan membangun sistem kinerja. Jadi sekarang, ya, aku dan stafku banyak mengajari SDM Pemda.
Aku juga instruktur sertifikasi pengadaan barang dan jasa instansi pemerintah. Sertifikasi pengadaan yang aku pegang adalah L4. Ini level sertifikasi yang diakui tanpa dibatasi kadaluwarsanya.
Singkatnya, aku ini indoor type. Model manusia yang lebih senang ngamar. Maksudnya, melakukan pekerjaan di dalam ruangan, seperti menulis, menggambar, mengajar dan sebagainya. Kekuranganku, tentu, banyak. Antara lain, jarang olah raga dan suka makan bakso. Tapi, aku rendah hati dan tidak sombong kok. Beneran.
Bagaimana pun, aku bersyukur dengan apa yang aku terima dari Allah sekarang ini. Aku tumbuh di tengah keluarga yang baik dan Mamah Papah yang menjunjung tinggi pendidikan, dengan adik-adikku Yoke, Tenne dan Antje yang semuanya lulusan perguruan tinggi negeri, bahkan Yoke lulusan S2 Birmingham Inggris. Lalu, aku diberkahi istri yang cantik dan cerdas: yang tercinta Leika Mutiara. Juga anak-anak yang cantik dan cakep serta cerdas: yang tersayang Sheila, Diaz dan Farrel. Lengkap sudah.
Alhamdulillah.
