Senin, 06 Agustus 2012

STRUKTURAL DI BPKP PERWAKILAN SUMATERA SELATAN


Di BPKP Perwakilan Sumatera Selatan Palembang, di sanalah saya (paling kiri) sekarang bertugas sebagai Kabid Akuntan Negara.

Pak IGB Surya Negara (kedua kiri, duduk di baris bawah) adalah Kepala Perwakilan.

Saya bekerja sama dengan para Kepala Bidang lain, yaitu Buyung Wiromo Samudro (Kabid APD, kedua, berdiri di atas),  Erwin (Kabid IPP, tengah), Hanafi (Kabag TU, kanan atas), dan Ichsan Fuady (Kabid Investigasi, paling kanan).

Pak Erwin mulai awal Agustus lalu dipromosikan dan dimutasi ke Papua Barat. Sampai dengan uploading tulisan ini, pengganti Pak Erwin belum ditetapkan. Namun, tentu, kekompakan dan kinerja di kantor harus tetap jalan. Bagaimana pun.

Kamis, 02 Agustus 2012

Bertemu Sultan Palembang


Sultan Palembang datang ke kantor Perwakilan BPKP Sumsel. Ada misi yang disampaikan tentang pengawasan.


"BPKP dulu namanya menyeramkan. Tapi bersyukurlah kini ia menjadi mitra, yang secara bersama menegakkan pengawasan...." demikian ucapan itu keluar dari seorang Raja pada Selasa sore 30 Agustus 2012 di kantor BPKP Perwakilan Sumsel, Palembang.

Raja? Tentu saja ini bukan adegan ketoprak Mataram. Atau, dalam versi Palembang dikenal dengan pementasan tradisional legendaris Dul Muluk. Tapi benar-benar yang datang adalah aseli Raja. Dialah Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, yang berdasarkan silsilah Sultan Sultan Palembang Darussalam, Beliau keturunan dari tiga Sultan yang pernah berkuasa di Palembang.

Di depan para pegawai dan purnabhakti BPKP Sumsel, Yang Mulia Sultan memperkenalkan diri seraya menyampaikan pandangannya.

"Pengawasan dan pemecahan permasalahan dari hasil pengawasan di ranah publik seharusnya tidak hanya dihadapi dengan infrastruktur birokrasi semata," ujar Yang Mulia Sultan. "Tetapi, saya yakin, persoalan kemasyarakatan akan lebih lancar dan berjalan tanpa gejolak, apabila local genius  atau kearifan lokal dan budaya adat setempat turut serta difungsikan.. Potensi ini lah yang seringkali terlupakan untuk mendapat tempat dalam konstelasi pengawasan dan pemecahan permasalahan tersebut."

Kepala Perwakilan BPKP Sumsel IGB Surya Negara menyambut baik kesediaan Yang Mulia Sultan untuk hadir di kantornya sore itu. Dikatakan, pelestarian budaya lokal, telah digagas di kantornya. Terbukti pada saat HUT Ke-29 BPKP pada bulan Mei lalu, BPKP Perwakilan Sumsel telah berinsiatif untuk menyelenggarakan pementasan Dul Muluk, yang merupakan teater rakyat legendaris. Bagian dari budaya lokal yang nyaris mulai ditinggalkan oleh generasi muda.

Sebagai rasa salutnya Sultan kepada Kaper BPKP Sumsel yang dianggapnya telah turut menjaga kekayaan tradisi Palembang, maka pada acara itu Sultan menyematkan Tanda Kerajaan Kesultanan Palembang pada baju koko yang dipakai Kaper. "Dengan Tanda Kerajaan ini, maka Pak Surya telah menjadi kerabat kami, yang tak akan lekang sampai akhir hayat," demikian dinyatakan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin.  

Pada kesempatan kali itu pun hadir para pemain Teater Tradisi Legendaris "Dul Muluk", yang pernah turut serta memeriahkan acara HUT Ke-29 BPKP. 
Di hadapan Sultan, kepada pimpinan teater Dul Muluk Johar Saad, Kepala Perwakilan BPKP IGB Surya Negara menyerahkan bantuan bagi pengembangan teater tradisional tersebut. Para pemain Dul Muluk yang sebagian besar masih remaja itu bahkan diberi kesempatan berbincang dan bersalaman dengan Sultan, yang selama ini mereka perankan di panggung. "Yang Mulia Sultan, perkenalkan: aku yang memerankan lakon 'pangeran' di panggung Dul Muluk... Tidak menduga... Senang bertemu dengan Sultan yang sesungguhnya," ujar seorang pemain.


Menjelang berbuka puasa, acara diisi dengan siraman rohani Islam, dan pisah sambut pegawai.

Pegawai yang dilepas pada acara itu adalah Erwin Ak, MBA (Kabid IPP yang promosi eselon dua ke UP4B di Papua Barat), Yudi Adriansyah (promosi sebagai Kasubag Prolap ke BPKP NAD) dan Drs. Alamsyah (pensiun). Sedangkan yang disambut adalah Arius Lopen (dari Lampung), Ary Wibowo (dari Lampung), Redyan Dedy Umrien (dari Batam), Parpunguan Siregar (dari Bengkulu). 
 

Acara ditutup dengan berbuka puasa bersama dan Shalat Maghrib berjamaah.

Sungguh, sebuah sore yang indah: acaranya padat, bermutu dan penuh hikmah.. Sebuah berkah di Bulan Ramadhan!
Semoga pengalaman itu dapat memperkaya khasanah dinamika kejayaan BPKP di masa datang... Aamiin.

Silaturahmi ke Sekda Kota Palembang

SEBUAH amanah mesti dijaga. Apa lagi ia tetangga kita. Dan itu yang terjadi antara BPKP Sumsel yang berkantor di Palembang dan Pemerintah Kota Palembang.



Amanah itu adalah bagaimana agar Pemko Palembang yang tetangga kami itu dapat tetap beropini WTP. Bagaimana, selayaknya tetangga, agar Pemko Palembang dapat senantiasa nyaman dengan bantuan kami di BPKP Sumsel.


Maka, Rabu siang satu Agustus yang penuh dengan kehangatan silaturahmi itu, Pak Sekda M. Husni Thamrin di ruang kerjanya, membuka tangannya, menyambut kehadiran Kepala Perwakilan BPKP Sumsel IGB Surya Negara yang didampingi Kabid APD Buyung W. Samudro dan Kabid Akuntan Negara Dikdik Sadikin.

Ada empat "PR" kepada kami yang memenuhi agenda Pak Sekda. Pertama, kegiatan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Selanjutnya, permasalahan PBJ di PDAM, pemenuhan persyaratan BLUD pada puskesmas-puskesmas di Kota Palembang, serta pemutakhiran data hasil pengawasan.

Pak Sekda M. Husni Thamrin yang didampingi Inspektur Toto Sukarman yang tak lain pegawai BPKP yang dipekerjakan di Pemko Palembang, Kepala DPPKAD serta dan Asisten II, berterimakasih atas kesediaan Pak Surya dan stafnya untuk membantu membenahi manajemennya. Yang tak kalah penting adalah  turut menjaga agar opini WTP yang sudah diraih Pemko Palembang dapat tetap dipertahankan.

 
Semoga kehangatan silaturahmi di bulan Ramadhan ini mewujudkan kinerja yang baik dan bermanfaat bagi kemashalatan masyarakat, khususnya masyarakat Kota Palembang. Aamiin. n