barangkali seperti Diah Pudirani
Sepi. Sendiri.
Tapi menghanyutkan.
Di perpustakaan BPKP Sumsel
Tempat Diah bertugas
Ada keheningan
Meski ada juga suara berbisik-bisik.
Sayup. Seolah mengikuti desah nafas kita. Tentang ilmu.
Tentang impian
Tentang harapan
Yang terukir indah dalam baris-baris huruf yang rapi
dan melenakan
Perpustakaan BPKP Sumsel barangkali
seperti Diah Pudirani, dara 25 tahun kelahiran Pelembang
Ada kerapihan lewat
setia berbaris berjajar
Juga ada kesyahduan
pada kelepak suara lembar kertas yang dibuka perlahan.dan dibaca dengan takzim
Tapi di perpustakaan, kita tahu,
ada yang diam-diam tersembunyi
pada makna setiap kata
Seperti sebuah misteri
dalam suara lirih yang mengganggu kita
Seperti sebuah teka-teki
pada angin sepoi yang menyejukkan rasa kita
Di sini ada sekitar 1800 buku, kata Diah.
Dan akan terus bertambah
Karena Kaper BPKP Sumsel, Pak Surya,
punya program satu pegawai
menyumbang setidaknya satu buku
Sehingga koleksi perpustakaan bertambah lengkap
Dari buku tentang pengawasan, akuntansi, agama, motivasi, sampai biografi.
Bukan cuma itu, kata Diah,
layanan informasi publiksebagai Humas BPKP Sumsel
selama bukan informasi yang rahasia
Dan ajaibnya, kata Diah
di perpustakaan ini ada aplikasi yang antara lain dapat membisikkan Diah
nama-nama peminjam yang terlambat mengembalikan buku
Tapi bagaimana pun, buku itu sendiri memang ajaib
Ia bisa membuat kita terpekur
Seperti guru yang bijak
Yang diam-diam membuat kita bergulat dengan pemikiran,
dengan angan, bahkan dengan kerinduan
tanpa instruksi, tanpa perintah
perpustakaan BPKP Sumsel
seperti Diah Pudirani
Seperti keteduhan
yang membasuh penat kita dari kebisingan kota
Seperti sebuah sepi yang sendiri
Tapi menghanyutkan..
(Selamat buat Diah Pudirani yang kini tak sendiri lagi.
Jumat, 6 Juli 2012 dilangsungkan akad nikahnya, dan Sabtu 7 Juli 2012 diselenggarakan resepsinya di Gedung Serbaguna PT Pusri, Palembang.
Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawahdah wa rahmah. Aamiin )